Peranan Filsafat dalam Pendidikan

Mahasiswa Magister Pendidikan Biologi Universitas Jakarta


Filsafat pendidikan sebagai suatu lapangan studi mengarahkan pusat perhatiannya danmemusatkan kegiatannya pada dua fungsi tugas normative ilmiah, yaitu: a. Kegiatan merumuskan dasar-dasar, dan tujuan-tujuan pendidikan, konsepsi tentang sifat hakekat manusia, serta konsepsi hakekat dan segi-segi pendidikan serta isi moral pendidikannya. b. Kegiatan merumuskan system atau teori pendidikan (science of education) yang meliputi politik pendidikan, kepemimpinan pendidikan atau organisasi pendidikan, methodology pendidikan dan pengajaran, termasuk pola-pola akulturasi dan peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat Negara.

Dalam kepustakaan ilmu pendidikan, terutama sejarah pendidikan ditetapkan bahwa filsafat pendidikan dianggap sebagai cabang ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, lahir sebagai disiplin ilmu pada tahun 1908, pada saat itu dengan judul “philosophy of education” atau filsafat pendidikan dan kita terima sampai saat ini.

Ada dua asumsi dasar dari lahirnya cabang ilmu, atau disiplin ilmu yang berdiri sendiri yaitu filsafaat pendidikan: pertama bahwa asumsi ilmu pendidikan adalah ilmu pengetahuan normative, yang berarti bahwa ilmu pendidikan merupakan disiplin ilmu yang merumuskan kaidah-kaidah norma, atau nilai yang akan dijadikan ukuran tingkah laku yang seharusnya dilaksanakan manusia yang hidup didalam masyarakat.

Sesuai dengan asumsi diatas, maka ilmu pendidikan berkaitan dengan ilmu-ilmu pengetahuan normative, seperti agama, filsafat dan kebudayaan serta ilmu sosiologi, sebagai desiplin ilmu yang merupakan sumber norma dan nilai hidup dan pendidikan. Dengan demikian disebut ”way of life” sosial masyarakat, kaidah fundamental Negara dan tradisi kebudayaan bangsa dapat dimasukan kedalam kategori pengertian diatas.

Asumsi dasar kedua dari lahirnya filsafat pendidikan adalah bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu pengetahuan praktis, artinya bahwa tugas budaya dari pada pendidikan sebagai aspek kebudayaan adalah menyalurkan dan melestarikan nilai-nilai dari aspek-aspek kebudayaan dari generasi yang satu kegenerasi selanjutnya untuk dikembangkan kearah tujuan yang lebih baik dan sempurna. Asumsi yang kedua ini juga berarti bahwa tugas pendidik adalah menanamkan nilai norma ukuran tingkah laku kepada anak didik, yang mungkin bersumber pada dasar-dasar agama, filsafat atau tradisi kebudaiaan tertentu sampai kaidah pundamental Negara.

Peranan Filsafat Pendidikan dalam Pengembangan Ilmu Pendidikan

Tujuan filsafat pendidikan ialah memberikan inspirasi bagaimana mengorganisasikan proses pembelajaran yang ideal. Teori pendidikan bertujuan menghasilkan pemikiran tentang kebijakan dan prinsip-rinsip pendidikan yang didasari oleh filsafat pendidikan. Jadi peranan filsafat pendidikan itu sendiri adalah memberikan inspirasi, yakni menyatakan tujuan pendidikan negara bagi masyarakat, memberikan arah yang jelas dan tepat dengan mengajukan pertanyaan tentang kebijakan pendidikan dan praktik di lapangan dengan menggunakan rambu-rambu dari teori pendidik.Adapun fungsi filsafat pendidikan antara lain: a. Untuk memahami sistem pengajaran b. Menganalisa konsep-konsep dan istilah-istilah c. Untuk mengkritik asumsi-asumsi dan fakta-fakta d. Untuk membimbing asas-asas pendidikan e. Menerima perubahan-perubahan dasar

Disinilah dapat dipahami bahwa pembaharuan dan inovasi agar sesuai dengan pendidikan masa depan atau hari esok, sebab pendidikan pada dasarnya menyiapkan generasi-generasi untuk masa depan bukan hanya untuk sekarang.Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan proses pendidikan, antara lain: 1. adanya hubungan edukatif yang baik antara guru dan peserta didik, 2. adanya metode pendidikan yang sesuai, 3. adanya sarana dan perlengkapan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, dan 4. adanya suasana yang mendukung pembelajaran. Menurut Mahasiswa Magister Pendidikan Biologi Universitas Jakarta ini.

0

Like it? Share with your friends!

0 Comments

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals