Merdeka Belajar, Merdeka Pengajar


Presiden Ir. H. Jokowi Widodo mengumumkan susunan kabinetnya yang diberi nama “Kabinet Indonesia Maju” di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Pengumuman dan perkenalan para menteri dilakukan Jokowi bersama Wakil Presiden Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin sambil duduk santai di tangga istana.

Namun yang menyita perhatian publik kali ini bukan gaya atau cara presiden Joko Widodo dalam mengumumkan nama-nama menterinya yang terkesan sederhana, tetapi nama-nama menteri dalam susunan kabinet yang diluar ekspektasi publik diataranya pada poin 12 yaitu Nadim Anwar Makarim yang diangkat Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.(Kompas.com-23/10/2019,09:22WIB)

Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A, adalah menteri termuda dalam sususan kabinet Indonesia maju periode 2019-2024, beliau saat ini berusia 35 tahun atau tepatnya beliau lahir tanggal  4 Juli 1984. Publik banyak yang heran. Keheranan itu tak jauh dari latar belakangnya sebagai salah satu pendiri Go-Jek yang jauh dari aroma birokrasi pendidikan.

“Saya masih harus belajar banyak, rencana 100 hari saya kedepan ya duduk dan mendengar penjelasan dari seluruh jajaran di Kemendikbud dan pakar-pakar yang ahli di bidang ini (pendidikan),” kata mas menteri saat diwawancara wartawan seusai pengumuman nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju.

Namun tak genap 2 bulan menjabat, mas menteri ini sudah viral di berbagai media, baik media cetak ataupun media online. Diantaranya yaitu isi naskah pidato beliau yang tersebar di media masa sehari sebelum memperingati hari guru nasional 25 November 2019 dan juga 4 Gebrakan Merdeka Belajar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadim Anwar Makarim termasuk penghapusan Ujian Nasional (UN).(KOMPAS.com-Rabu,11/12/2019,13:09WIB)

Saya sebagai seorang guru yang bernaung dibawah beliau, mau memberikan opini saya terkait kebijakan yang akan dijalankan beliau terkhusus tentang 4 Gebrakan Merdeka Belajar termasuk penghapusan UN di tahun 2021 oleh beliau yang otomatis dampaknya-pun akan sangat berimbas kepada saya selaku pengajar.

Didalam 4 gebrakan  merdeka belajar yang disampaikan beliau, saya setuju semua apa yang disampaikan beliau, namun disini saya menyoroti 2 poin saja yang menurut saya imbasnya akan berdampak langsung ke saya, yaitu pada poin 2 dan 3. Yakni poin 2 tentang penghapusan Ujian Nasional (UN) di tahun 2021 dan juga poin 3-nya tentang penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Pada poin 2 terkait penghapusan Ujian Nasional (UN) di tahun 2021 oleh mas menteri Nadim Makarim, saya sebagai pendidik atau guru penggerak kebijakan ini, saya sangat setuju. Kenapa, ? karena saya selama ini sangat merasakan betapa susahnya saya sebagai seorang guru dalam mengejar atau menyampaikan materi-materi terkait soal yang di prediksi akan muncul ketika siswa melaksanakan ujian nasional. Ini menurut saya kebijakan yang sangat bagus oleh mas menteri karna sudah seharusnya kita fokus dalam membangun dan mengembangkan bakat-bakat yang dimiliki oleh siswa, karna kalau pemerintah menginginkan siswa yang kreatif dan inovatif maka tagihannya jangan berupa nilai UN tetapi menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang implemetasinya nanti berupa literasi (siswa memahami bacaannya) dan numerasi (siswa mampu mgengaplikasikan numbering dalam kehidupannya).

Pada poin ke 3 terkait tentang penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) saya juga sangat setuju, karena saya merasakan sangat ribet sekali sistem pelaksanaan pembelajaran selama ini, setiap pertemuan saya harus menyiapkan RPP yang begitu ribet dan tak jarang pelaksanaan pembelajaran di kelas berbeda dengan yang tertulis di RPP karna begitu padatnya waktu namun tak sesuai dengan materi yang akan dicapai untuk menjawab tugas akhir siswa yakni ujian nasional.

Namun sebagai seorang guru yang tentunya pernah belajar filsafat tentang hakikat dan tanggung jawab ilmu, dimana filsafat memandang bahwa ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang bisa diperoleh melalui proses ilmiah, maka saya-pun selalu berusaha maksimal selama ini dalam  mengemban amanah dalam membantu tugas negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai suatu bentuk tanggung jawab saya terhadap ilmu yang telah saya peroleh selama ini.

Berangkat dari 2 poin penting yang telah saya jabarkan diatas, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya 4 gebrakan merdeka belajar oleh mas menteri, maka mas menteri juga sudah memerdekan saya sebagai pengajar.

 

 

Penulis :  Mahasiswa S2 Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta

3+
avataravataravatar

Like it? Share with your friends!

1 comment
Abizar,S.Pd

Mahasiswa S2 Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta

One Comment

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals